Monitoring Pembibitan Tanaman Perkebunan Untuk Menjamin Kualitas Bibit Siap Salur
Sigi, 19 Juni 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan monitoring pembibitan tanaman perkebunan yang dilaksanakan pada tanggal 18–19 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawalan mutu benih bantuan pemerintah dalam rangka mendukung pengembangan komoditas perkebunan di Kabupaten Poso, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Donggala. Monitoring difokuskan pada pembibitan tanaman kopi dan kakao yang merupakan bantuan pemerintah yang akan disalurkan kepada pekebun di wilayah sasaran.
Kegiatan monitoring dilaksanakan pada beberapa lokasi penangkaran bibit, yaitu di Kelurahan Kayumalue, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu; Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi; Desa Berdikari, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi; serta Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan bibit yang akan disalurkan serta menjamin mutu bibit yang dihasilkan oleh para penangkar. Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pendataan dan verifikasi terhadap berbagai aspek teknis pembibitan, meliputi ketersediaan jumlah bibit dan kesesuaiannya dengan kebutuhan penyaluran, varietas yang dikembangkan, tanggal penanaman, perkiraan waktu siap salur, kondisi dan perkembangan pertumbuhan bibit, serta kelengkapan administrasi penangkar.
Selain melakukan pemeriksaan fisik bibit, tim juga mengevaluasi kondisi pemeliharaan dan pengelolaan pembibitan guna memastikan seluruh bibit tumbuh secara optimal dan memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan. Monitoring ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa bibit kopi dan kakao yang akan disalurkan berada dalam kondisi sehat, seragam, dan memiliki daya tumbuh yang baik sehingga mampu mendukung keberhasilan pengembangan perkebunan di tingkat pekebun.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya pengawalan mutu benih tanaman perkebunan agar bantuan pemerintah yang disalurkan benar-benar memberikan manfaat yang optimal. Bibit yang berkualitas tidak hanya berpengaruh terhadap keberhasilan pertumbuhan tanaman di lapangan, tetapi juga menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan di masa mendatang.
Melalui kegiatan monitoring ini diharapkan proses penyaluran bibit kopi dan kakao dapat berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Dengan tersedianya bibit unggul yang terjamin kualitasnya, diharapkan usaha perkebunan rakyat dapat berkembang secara berkelanjutan serta mampu meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan pekebun di Sulawesi Tengah.
Penulis : Dwiky La’lang
Editor : Irwan suluk Padang